Mitra Kukar 1-0 PSP Padang: Jaga Peluang Menuju Liga Super 13/02/2009 11:59 WITA
Mitra Kukar 1-0 PSP Padang
Jaga Peluang Menuju Liga Super



Bationo Germain berupaya menyundul bola hasil sepak pojok
Photo: Agri


Bationo Germain merayakan gol yang dicetaknya ke gawang PSP Padang
Photo: Agri
Mitra Kukar hanya menang tipis 1-0 (0-0) atas tamunya PSP Padang dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2008/2009 di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Kamis (12/02) sore.


Gol semata wayang bagi keunggulan tuan rumah Mitra Kukar dicetak striker asal Burkina Fasso, Bationo Germain, lewat tendangan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-53.


Namun, kemenangan tim Naga Mekes harus dibayar mahal dengan cederanya libero Bejo Sugiantoro yang mengalami patah tangan kanan pada menit ke-83.


Bermain di hadapan sekitar 3.000 penonton, skuad Mitra Kukar lebih menguasai permainan dengan mengurung barisan pertahanan PSP Padang. Kendati demikian, serangan-serangan Mitra Kukar kerap dipatahkan anak-anak PSP Padang lantaran banyaknya kesalahan elementer yang dilakukan pemain tuan rumah.


Hal ini diperparah dengan kondisi lapangan di Rondong Demang yang masih tidak rata dan licin akibat guyuran hujan pagi sebelumnya, praktis membuat Fery Aman Saragih dkk cukup kesulitan untuk mengembangkan permainan.



Keita Bakari (kiri) meloncat untuk berebut bola dengan kiper PSP Padang Andre Syarifuddin
Photo: Agri
Sejumlah peluang berhasil diciptakan pemain Mitra Kukar di babak pertama. Salah satunya di menit ke-34, ketika Bationo yang telah terjatuh masih sempat memberikan umpan kepada Fery Aman Saragih untuk menerobos jantung pertahanan PSP.


Sayangnya, tendangan keras yang dilepas Fery masih membentur kaki salah seorang pemain lawan dan melenceng tipis dari mistar gawang tim Pandeka Minang, sehingga hanya menghasilkan tendangan sudut bagi Mitra Kukar.


Di menit ke-40, kembali terjadi kemelut di daerah pertahanan PSP Padang. Wasit Rusman Jalani tiba-tiba meniup peluit dan menunjuk titik putih setelah melihat handball dilakukan salah seorang pemain PSP.


Keputusan ini langsung diprotes para pemain PSP Padang yang bersikukuh tidak ada pelanggaran di kotak terlarang mereka. Pertandingan pun sempat terhenti selama 10 menit setelah seluruh pemain PSP berkumpul ke pinggir lapangan sambil mendengarkan instruksi sang pelatih Joni Effendi.


Namun, dengan jiwa besar anak-anak PSP Padang harus menerima keputusan wasit asal Sidrap itu. Pertandingan pun kembali dilanjutkan dengan eksekusi penalti yang dilakukan Fery Aman Saragih. Akan tetapi, tendangan penalti tersebut berhasil digagalkan kiper Andre Syarifuddin yang mampu membaca arah bola. Hingga babak turun minum, kedudukan tak berubah tetap 0-0 bagi kedua tim.


Di babak kedua, pelatih Nus Yadera melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Kacung Munif untuk menggantikan Redi Supriyanto. Serangan Mitra pun mulai lebih agresif di babak kedua ini.


Mitra Kukar akhirnya berhasil memecah kebuntuan di menit ke-53. Bola hasil umpan Bejo Sugiantoro berhasil dikuasai Bationo Germain untuk menerobos pertahanan PSP Padang. Dengan melepas tendangan keras dari luar kotak penalti, bola meluncur deras ke mulut gawang PSP Padang. 1-0 bagi tim Naga Mekes.


Keunggulan satu gol membuat kepercayaan diri anak-anak Mitra Kukar semakin meningkat. Serangan demi serangan pun terus dilakukan. Pada menit ke-57, Fery Aman Saragih kembali memperoleh peluang emas memanfaatkan umpan Ridwansyah dari sektor kiri pertahanan PSP.


Pemain belakang PSP Padang menghalau bola yang dilepaskan lini kedua Mitra Kukar
Photo: Agri


Fery Aman Saragih (kanan) berupaya mengejar bola dibayang-bayangi pemain PSP Padang
Photo: Agri
Namun aksi cemerlang dari kiper Andre Syarifuddin lagi-lagi mampu menggagalkan upaya Fery untuk membobol gawang PSP. Bola berhasil ditepis sehingga hanya membuahkan sepak pojok bagi Mitra Kukar.


Di menit ke-63, striker jangkung Keita Bakari juga memperoleh peluang di depan mulut gawang PSP Padang. Bola hasil umpan Sutikno disambut sundulan oleh Keita, namun arahnya masih melebar tipis dari mistar gawang lawan.


Striker Bationo Germain juga menciptakan peluang emas pada menit ke-74. Sayangnya, bola hasil umpan Dharma Putra tersebut masih melambung di atas mistar.


Pada menit ke-83, bek anyar Mitra Kukar Bejo Sugiantoro mengalami cedera patah tangan setelah berbenturan dengan salah seorang pemain PSP Padang. Bejo pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.


Keluarnya Bejo ternyata sangat berdampak pada pertahanan Mitra Kukar. Serangan dari anak-anak PSP Padang mulai merepotkan kapten tim Abunaw Cletus Lapula.


Pada menit ke-86, tim Pandeka Minang memperoleh peluang emas lewat sundulan Roni Mandro. Hanya saja, bola masih melebar ke arah kanan gawang Agung Prasetyo.


Hingga berakhirnya pertandingan, kedudukan tetap bertahan 1-0 bagi kemenangan tuan rumah Mitra Kukar. Dalam laga kemarin sore, wasit Rusman Jalani mengeluarkan dua buah kartu kuning. Masing-masing untuk Ridwansyah (Mitra Kukar) dan Cisse Mamoudou (PSP Padang).


Dengan hasil kemenangan ini, Mitra Kukar kembali menjaga peluang ke Indonesia Super League setelah bercokol di papan atas Klasemen Sementara Divisi Utama Liga Indonesia 2008/2009 Wilayah Barat. Mitra Kukar kini berada di posisi ke-4 dengan mengoleksi 28 poin, dibawah PSPS Pekanbaru, Persisam Putra Samarinda dan Semen Padang. (win)




Arif Basuki (tengah) berupaya melepaskan diri dari kepungan pemain PSP
Photo: Agri




Sumber: http://www.kutaikartanegara.com/news.php?id=2358


 
01PSM Makassar2 1 1 0 4-2 4
02Semen Padang FC2 1 1 0 4-2 4
03Persija Jakarta2 1 1 0 3-1 4
04Arema FC2 1 1 0 2-0 4
05Barito Putera2 1 1 0 3-2 4
06Persipura Jayapura2 1 1 0 3-2 4
07Sriwijaya FC2 1 1 0 2-1 4
08Persela Lamongan2 1 0 1 3-3 3
09Perseru Serui2 1 0 1 3-3 3
10Madura United2 1 0 1 2-2 3
11Bhayangkara FC2 1 0 1 2-3 3
12PS TNI2 0 2 0 4-4 2
13Persib Bandung2 0 2 0 2-2 2
14Borneo FC2 0 1 1 2-3 1
15 Mitra Kukar 2 0 1 1 2-3 1
16Persegres Gresik Utd2 0 1 1 2-4 1
17Bali United FC2 0 0 2 1-4 0
18Persiba Balikpapan2 0 0 2 1-4 0
28 Apr 2017 15.00 WIB

Madura United

vs

Mitra Kukar 

Std. Gelora Ratu Pamelingan
Pamekasan