Gianto: Pertandingan Opera Sabun di Grup K 24/05/2009 13:38 WITA
Gianto: Pertandingan Opera Sabun di Grup K


Ketua Umum Mitra Kukar Sugiyanto menuding adanya skenario untuk menjegal timnya ke semifinal
Photo: Agri
Kegagalan Mitra Kukar melangkah ke semifinal Divisi Utama Liga Indonesia 2008/2009 tentu saja membuat kecewa manajemen tim yang bermarkas di kota Tenggarong itu.


Kubu Mitra Kukar menuding telah terjadi konspirasi tingkat tinggi untuk menjegal timnya lolos ke semifinal. Oleh karena itu, Mitra Kukar akan menyampaikan protes kepada PSSI.


Menurut Ketua Umum Mitra Kukar H Sugiyanto, seluruh pertandingan Grup K di Stadion Sempaja (Mitra Kukar vs Persigo) dan Stadion Segiri (Persisam vs Persebaya) bagai sebuah opera sabun yang telah diatur sedemikian rupa untuk menghentikan langkah Mitra lolos ke semifinal.


"Ini semua sudah diatur. Awalnya di sana (Stadion Segiri-red) hanya 0-0 karena mereka mengetahui kami masih kalah 1-2. Tapi setelah skor sama 2-2, Persebaya dikasih penalti tapi tidak gol. Namun akhirnya mereka lolos, karena kami juga imbang," cetusnya.


Bahkan Sugiyanto menuding petinggi PSSI Andi Darussalam berada dibalik pengaturan pertandingan ini. "Tidak akan maju persepakbolaan di republik ini, selama masih ada Andi Darussalam. Tolong tulis besar-besar ini. Selama masih ada Andi Darussalam, semua bisa diatur dengan mafia-mafia bola. Ini bukan omong kosong, skenario ini sudah ada sejak lama," kata Sugiyanto geram.


Pria yang akrab disapa Gianto ini juga heran dengan Persisam yang dinilainya tidak sportif dalam melakoni partai terakhirnya melawan Persebaya. Menurutnya, Mitra sejak awal selalu mendukung agar Perisam bisa lolos ke Liga Super sebagai sesama tim Kaltim.


"Tapi ternyata Persisam main kayu, itu yang kami sesalkan. Mana mental kedaerahan? Coba lihat dulu bagaimana Persisam mengutuk Jawa Timur ketika dizalimi pada waktu Piala Gubernur (Liga Jatim 2008-red). Spanduknya masih ada itu. Betapa mereka bilang Pengda Jawa Timur biadab. Tapi kenyataannya sekarang, mereka bermain seperti ini karena sudah diatur," kata Gianto.


Gianto kembali menegaskan, jika sepakbola Indonesia ingin maju, maka Andi Darussalam harus diganti. "Atau kita tunggu dia mati!" ujarnya dengan nada kesal. (win)




Sumber: http://www.kutaikartanegara.com/news.php?id=2469


 
01Persija Jakarta34 18 8 8 53-36 62
02PSM Makassar34 17 10 7 57-42 61
03Bhayangkara FC34 15 8 11 41-39 53
04Persib Bandung34 14 10 10 49-41 52
05Persebaya Surabaya34 14 8 12 60-48 50
06Arema FC34 14 8 12 53-42 50
07Borneo FC34 14 6 14 50-49 48
08Madura United34 13 9 12 47-50 48
09Barito Putera34 12 11 11 52-55 47
10PSIS Semarang34 13 7 14 39-42 46
11Bali United FC34 12 9 13 44-48 45
12Persipura Jayapura34 12 8 14 49-46 44
13Persela Lamongan34 11 10 13 53-52 43
14Perseru Serui34 11 9 14 34-41 42
15PS TIRA34 12 6 16 48-57 42
16 Mitra Kukar 34 12 3 19 45-58 39
17Sriwijaya FC34 11 6 17 48-56 39
18PSMS Medan34 11 4 19 50-70 37
11 Mar 2019 15.30 WIB

Mitra Kukar

1-2

Bhayangkara FC 

Std. Patriot, Bekasi