Partai Perdana Divisi I Liga Indonesia 2006: Mitra Kukar Cukur Persisam Putra 05/03/2006 22:14 WITA
Partai Perdana Divisi I Liga Indonesia 2006
Mitra Kukar Cukur Persisam Putra



Suasana pertarungan Mitra Kukar melawan Persisam Putra di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, sore tadi yang berkesudahan 2-0 bagi kemenangan Mitra Kukar
Photo: Agri


Arman AR berlari kencang meninggalkan kapten tim Persisam sebelum menceploskan bola ke gawang Sutrisno Herlambang
Photo: Agri
Mengawali digulirkannya kompetisi Divisi I Liga Indonesia 2006 Wilayah IV hari ini, tim Mitra Kukar sukses meraup poin penuh setelah menang 2-0 (1-0) atas tamunya Persisam Putra Samarinda di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, sore tadi. Dua gol bagi kemenangan Mitra Kukar masing-masing diciptakan oleh Nova Zaenal pada menit ke-13 dan Arman AR pada menit ke-70.

Disaksikan sekitar 17.000 penonton baik oleh pendukung tuan rumah The Mitman maupun pendukung fanatik Persisam Putra Samarinda yang tergabung dalam Pusamania dan Laskar Badai Mahakam, kedua tim sama-sama memperagakan permainan menyerang.

Mitra Kukar terlebih dahulu mencetak sebuah gol kontroversial pada menit ke-13 melalui serobotan Nova Zaenal ketika terjadi kemelut di depan gawang Persisam Putra. Bola yang sempat diamankan kiper Sutrisno Herlambang sekitar 50 cm dari depan gawang langsung disambar Nova Zaenal sehingga terjadi gol.

Namun para pemain Persisam Putra memprotes keras keputusan wasit M Zainuri yang mensahkan gol tersebut. Hampir seluruh pemain Persisam langsung mengerubuti wasit asal Malang tersebut, namun M Zainuri tetap pada pendiriannya bahwa gol tersebut sah.


Para pemain Persisam Putra melancarkan protes kepada wasit M Zainuri usai terciptanya gol pertama Mitra Kukar
Photo: Agri
Tertinggal satu gol membuat anak-anak Persisam Putra semakin meningkatkan tekanannya terhadap barisan pertahanan Mitra Kukar. Beberapa kali tim Elang Borneo (julukan Persisam Putra-red) melepaskan tendangan ke arah gawang Mitra yang dijaga Dadang Sudrajat, namun selalu berhasil diamankan mantan kiper Persib Bandung tersebut.

Sebaliknya Mitra Kukar juga banyak menciptakan peluang emas di menit-menit akhir babak pertama. Di menit ke-45 misalnya, Arman AR yang mampu memperdaya kiper Sutrisno Herlambang hampir saja menceploskan si kulit bundar ke gawang Persisam.

Namun salah seorang pemain belakang Persisam berhasil menjegal datangnya bola sehingga mental ke arah penyerang Mitra Kukar Bahruddin HS. Sayangnya Bahruddin gagal memanfaatkan peluang tersebut karena bola mental yang dilesakkannya malah melebar ke sisi kanan gawang. Hingga babak turun minum, kedudukan tetap tidak berubah. 1-0 bagi keunggulan tuan rumah.

Pada babak kedua, permainan kedua tim mulai berlangsung keras dan panas. Pada menit ke-53, pemain belakang Mitra Kukar Ridwansyah sempat saling dorong dan bersitegang dengan penyerang Persisam Anderson Pohos. Kedua pemain akhirnya diganjar kartu kuning oleh wasit M Zainuri.


Kiper Persisam Putra berhasil menahan tendangan penalti Yance Katehokang pada menit ke-66
Photo: Agri
Satu menit kemudian, kiper Mitra Kukar Dadang Sudrajat terpaksa harus digotong keluar lapangan akibat cidera pada kaki setelah berbenturan dengan Erik Manga yang pernah membela Mitra Kukar musim lalu. Dadang Sudrajat akhirnya digantikan kiper Nur Ansar.

Mitra Kukar kembali memperoleh peluang emas melalui tendangan penalti di menit ke-66 setelah Arman AR dijatuhkan di kotak terlarang Persisam Putra. Namun eksekusi yang dilakukan Yance Katehokang berhasil dimentahkan kiper Persisam, Sutrisno Herlambang, yang kemudian dibuang salah seorang pemain belakang tim Elang Borneo tersebut.

Pada menit ke-70, 'si Kancil' Arman AR yang lepas dari kawalan kapten Persisam Heri Susanto berhasil menambah keunggulan bagi Mitra setelah bola yang ditendangnya gagal ditepis kiper Persisam. 2-0 untuk Mitra Kukar.

Tim tamu mencoba membalas dengan meningkatkan serangan ke arah Mitra Kukar. Serangan berbahaya anak-anak asuh pelatih Solekan ini beberapa kali mengancam gawang Nur Ansar. Namun kiper cadangan Mitra Kukar ini dengan cemerlang menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.

Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, kedudukan tidak berubah 2-0 bagi kemenangan Mitra Kukar. Dalam pertandingan sore tadi, wasit M Zainuri harus mengeluarkan 8 kartu kuning yakni 4 untuk pemain Mitra Kukar dan 4 lagi untuk pemain Persisam Putra.

Sementara Manajer Tim Mitra Kukar Endri Erawan mengakui masih banyak kelemahan dalam timnya. "Seharusnya banyak gol yang kami ciptakan, namun mungkin karena masih belum beruntung, ya bagaimana lagi," ujarnya. (win)




Benturan yang terjadi antara penjaga gawang Mitra Kukar, Dadang Sudrajat, dengan Erik Manga. Dadang akhirnya ditarik keluar lapangan setelah mengalami cedera pada kaki kirinya
Photo: Agri



Hasil Pertandingan 05/03/2006:
Mitra Kukar 2-0 Persisam Putra
Perseman Manokwari 2-1 Persigo Gorontalo

KLASEMEN SEMENTARA
DIVISI I LIGA INDONESIA WILAYAH IV

1Mitra Kukar11002-03
2Perseman Manokwari11002-13
3Persisam Putra10010-20
4Persigo Gorontalo10011-20
5Persekaba Badung00000-00
6Persidafon Dafonsoro00000-00
7Persim Maros00000-00
8Persipare Pare-Pare00000-00
9Persma Manado00000-00


Sumber: http://www.kutaikartanegara.com/news.php?id=659


 
Klasemen ISL 2014
01 Mitra Kukar 7 4 1 2 11-6 13
02Persela Lamongan7 4 1 2 12-10 13
03Persipura Jayapura6 3 3 0 10-5 12
04Persiram Raja Ampat8 3 3 2 8-6 12
05Persebaya Surabaya8 4 2 2 13-9 11
06PSM Makassar8 2 2 4 8-9 8
07Persepam Madura United7 2 2 3 9-16 8
08 Putra Samarinda7 1 4 2 11-8 7
09Perseru Serui6 2 1 3 7-10 7
10Persiba Balikpapan6 1 3 2 4-5 6
11Persiba Bantul6 0 2 4 4-13 2
22 Apr 2014 20.00 WITA

Mitra Kukar

vs

Persisam Putra 

Std. Aji Imbut
Tenggarong Seberang
 
 
 
 
 
 
   Empat pemain Mitra Kukar yakni Zulkifli Syukur, Diego Michiels, Zulham Zamrun dan Raphael Maitimo, dipanggil BTN untuk memperkuat tim nasional Indonesia      Herman Dzumafo Epandi menjadi pemain terakhir yang dikontrak Mitra Kukar jelang batas akhir pendaftaran akhir pemain Putaran I ISL 2014      Mitra Kukar ditahan imbang Persipura dengan skor 0-0 pada laga kedua ISL 2014 di stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang