Tak Ada Dana, Mitra Kukar Kritis 02/02/2010 19:39 WITA
Tak Ada Dana, Mitra Kukar Kritis


Plt Ketua Umum Mitra Kukar H Fathur Rachman didampingi Manajer Tim H Fahmi saat memberikan keterangan pers usai pertandingan Mitra Kukar vs Deltras Sidoarjo
Photo: Agri
Kekalahan 0-1 dari Deltras Sidoarjo kemarin sore membuat manajemen Mitra Kukar semakin terpukul. Hasil tersebut seolah semakin melengkapi derita tim Naga Mekes yang kini dibelit persoalan dana.


Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) H Fathur Rachman yang diberi mandat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Mitra Kukar mengaku sedih dengan kekalahan tersebut.


"Terus terang saya sedih dengan kekalahan ini. Tapi walau bagaimanapun, anak-anak sudah bermain baik dan berjuang maksimal. Atas nama pengurus, kami minta maaf kepada masyarakat Kukar," ujar Fathur dalam jumpa pers usai pertandingan, Senin (01/02) sore.


Ditambahkan Fathur, dirinya baru kemarin menyaksikan langsung pertandingan Mitra Kukar setelah diberi mandat untuk menjabat sebagai Plt Ketua Umum menggantikan Sugiyanto.


"Saya ikut terjun karena cinta olahraga, terutama sepakbola. Tidak ada kepentingan politik, tetapi murni karena ingin ikut membantu menyelamatkan Mitra yang sudah menjadi kebanggaan Kukar," katanya.


Dikatakan Fathur, Mitra Kukar sangat membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk eksekutif, legislatif maupun masyarakat. "Tanpa dukungan masyarakat dan pemerintah daerah, Mitra Kukar bisa bubar," cetusnya.


Kendati demikian, Fathur mengaku optimis jika Mitra Kukar masih bisa diselamatkan. "Saya berharap agar Mitra Kukar tetap eksis, karena hanya ini yang jadi kebanggaan kita. Oleh karena itu, saya dan pengurus akan bicarakan masalah ini kepada Pj Bupati Kukar besok (hari ini-red)," katanya.


Senada dengan Fathur Rachman, Manajer Tim Mitra Kukar H Fahmi tak dapat menyembunyikan kekecewaan dan kesedihannya. "Kekalahan ini tentu saja sangat mengecewakan, namun apa boleh buat, ini benar-benar cobaan luar biasa untuk kita," kata Fahmi.


Dikatakan Fahmi, mengurus Mitra Kukar bukanlah suatu pekerjaan mudah, apalagi saat ini tidak ada dukungan dari pemda. Menurut Fahmi, dirinya mendapat tekanan luar biasa, termasuk tuntutan mundur dari supporter.


"Kalau memang tidak maksimal, saya siap mundur. Mungkin ini saat terakhir saya di tim. Tapi saya tidak bisa mundur begitu dan melepas tanggung jawab di saat para pemain masih belum mendapat gaji," ujar Fahmi.


Menurut Fahmi, tersendatnya dana hibah dari Pemkab Kukar sebesar Rp 5 milyar membuat tim Mitra Kukar tertatih-tatih untuk menjalani sisa kompetisi. "Di awal putaran kedua, tim kita tak ubahnya seperti tim tamu. Pemain terpaksa menginap di hotel karena Wisma PKK yang menjadi mess pemain masih ada tunggakan. Untung saja masih ada pihak ketiga atau donatur yang mau membantu," ungkapnya. (win)




Sumber: http://www.kutaikartanegara.com/news.php?id=2797


 
01PSM Makassar2 1 1 0 4-2 4
02Semen Padang FC2 1 1 0 4-2 4
03Persija Jakarta2 1 1 0 3-1 4
04Arema FC2 1 1 0 2-0 4
05Barito Putera2 1 1 0 3-2 4
06Persipura Jayapura2 1 1 0 3-2 4
07Sriwijaya FC2 1 1 0 2-1 4
08Persela Lamongan2 1 0 1 3-3 3
09Perseru Serui2 1 0 1 3-3 3
10Madura United2 1 0 1 2-2 3
11Bhayangkara FC2 1 0 1 2-3 3
12PS TNI2 0 2 0 4-4 2
13Persib Bandung2 0 2 0 2-2 2
14Borneo FC2 0 1 1 2-3 1
15 Mitra Kukar 2 0 1 1 2-3 1
16Persegres Gresik Utd2 0 1 1 2-4 1
17Bali United FC2 0 0 2 1-4 0
18Persiba Balikpapan2 0 0 2 1-4 0
28 Apr 2017 15.00 WIB

Madura United

vs

Mitra Kukar 

Std. Gelora Ratu Pamelingan
Pamekasan