Manajer Tim Mitra Kukar: Jangan Hanya Hita 03/01/2011 11:30 WITA
Manajer Tim Mitra Kukar: Jangan Hanya Hita


Manajer Tim Mitra Kukar Roni Fauzan memeluk top skor skuad Naga Mekes, Franco Hita, yang telah mengoleksi 5 gol bagi timnya
Photo: Agri
Franco Hita kembali membuktikan ketajamannya sebagai striker haus gol Mitra Kukar. Dalam laga lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 tadi sore, penyerang asal Argentina ini menyumbang dua gol bagi kemenangan 3-0 Mitra Kukar atas tamunya PSIS Semarang.


Dua gol Franco Hita masing-masing diciptakan pada menit ke-37 dan melalui titik penalti pada menit ke-83. Sedangkan satu gol bagi kemenangan Mitra Kukar lainnya dicetak Jalaludin Main di menit ke-89.


Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Madya Tenggarong Seberang, skuad Naga Mekes Mitra Kukar langsung tampil agresif di menit-menit awal untuk menggebrak barisan pertahanan Laskar Mahesa Jenar PSIS Semarang.


Pada menit ke-7, pemain belakang Mitra Kukar Bayu Sutha sempat membobol gawang PSIS memanfaatkan bola hasil sepak pojok Amzar Reza. Namun gol tersebut dianulir wasit Tabrani lantaran Bayu terlihat melakukan handball saat menceploskan bola ke gawang PSIS Semarang.


Beberapa peluang berhasil diciptakan oleh duet Franco Hita-Ilham JK. Hanya saja, ketatnya barisan pertahanan yang digalang kapten tim PSIS Aris Indarto dkk membuat Mitra Kukar kesulitan untuk menjaringkan bola ke gawang PSIS.


Pada menit ke-21, pelatih Benny Dolo mengganti Ilham JK dengan striker muda Anindito Wahyu Erminarno. Masuknya Anindito membuat serangan tim Naga Mekes semakin hidup.


Lewat kerjasama satu dua dengan Anindito di menit ke-37, Franco Hita akhirnya membobol gawang PSIS yang dikawal Dicky Fajar. Gol tersebut disambut gegap gempita oleh ribuan pendukung Mitra Kukar.




Photo:
Jelang berakhirnya pertandingan babak pertama, gelandang kiri Junaidi Tagor ditarik keluar dan digantikan Jalaludin Main. Mitra Kukar masih berupaya menggedor pertahanan tim tamu. Namun kedudukan 1-0 bagi keunggulan Mitra Kukar tetap bertahan hingga babak turun minum.


Memasuki babak kedua, anak-anak asuh Benny Dolo yang kurang puas dengan keunggulan satu gol semakin meningkatkan variasi serangannya.


Sepanjang babak kedua, tercatat ada 7 peluang emas diciptakan para punggawa Mitra Kukar. Hanya saja semuanya gagal berbuah gol lantaran kurangnya penyelesaian akhir serta cemerlangnya penampilan kiper Dicky Fajar dalam melakukan penyelamatan.


Misalnya saja tendangan Anindito di menit 50 yang masih melenceng tipis di atas mistar gawang serta tendangan kerasnya di menit 53 yang masih bisa diblok kiper.


Kemudian pada menit 56, tendangan dari luar kotak penalti oleh Vijay juga masih bisa ditepis kiper PSIS Semarang sehingga hanya menghasilkan sepak pojok bagi Mitra Kukar.


Peluang emas lainnya diciptakan Franco Hita pada menit 67. Hanya saja bola yang disundul Hita memanfaatkan umpan silang Vijay masih melambung tipis di atas mistar gawang.




Photo:
Satu menit kemudian, lagi-lagi Hita yang telah berada di jantung pertahanan gawang gagal menyarangkan si kulit bundar lantaran tendangannya masih melebar tipis di kanan mistar gawang.


Di menit ke-75, Franco Hita yang menerima umpan dari Amsar Reza nyaris menambah pundi-pundi golnya jika saja tendangannya tak mampu ditepis kiper PSIS Semarang.


Mitra Kukar baru memperoleh kesempatan memperbesar gol di menit 83 setelah wasit Tabrani menunjuk titik putih menyusul dijatuhkannya Amsar Reza di kotak terlarang. Franco Hita yang dipercaya sebagai algojo berhasil mengeksekusi tendangan penalti. 2-0 bagi keunggulan tuan rumah.


PSIS Semarang yang berusaha bangkit mencoba untuk menekan pertahanan tuan rumah. Namun serangan-serangan tim Mahesa Jenar kerap dipatahkan barisan pertahanan Mitra Kukar yang digalang Anderson Da Silva dkk.


Sebaliknya, Mitra Kukar kembali membukukan gol ketiga pada menit 89 lewat tendangan keras Jalaludin Main memanfaatkan bola hasil tendangan bebas Andrie Yoga.


Hingga wasit Tabrani meniup peluit panjang berakhirnya pertandingan, kedudukan tak berubah 3-0 bagi kemenangan Mitra Kukar. Dalam laga tersebut, wasit asal Surabaya ini mengeluarkan 4 kartu kuning. Masing-masing untuk Anderson Da Silva dan Jalaludin Main dari Mitra Kukar, serta Modestus Setiawan dan Ilham Asdat dari PSIS Semarang.


Dengan hasil ini, Mitra Kukar kembali mengambil alih pimpinan Klasemen Sementara Grup II dari PSIM Yogyakarta dengan raihan 15 poin. Sementara PSIM Yogyakarta melorot ke posisi kedua dengan poin 14 setelah hanya bermain imbang 1-1 dengan tuan rumah Persis Solo.


Sementara dengan dua gol yang disumbangkannya, Franco Hita langsung melejit ke posisi top skor Liga Ti-Phone 2010/2011 dengan koleksi 7 gol, sama dengan jumlah gol yang dikoleksi striker Persik Kediri, Andrian Trinidad. (win)




Sumber: http://www.kutaikartanegara.com/news.php?id=3160


 
01Bhayangkara FC29 19 2 8 51-34 59
02Persipura Jayapura30 16 8 6 57-30 56
03Bali United FC29 17 4 8 66-34 55
04PSM Makassar29 16 7 6 54-33 55
05Madura United29 15 8 6 49-31 53
06Persija Jakarta30 13 10 7 39-22 49
07Barito Putera29 13 6 10 37-35 45
08Arema FC29 11 9 9 32-34 42
09Borneo FC28 11 7 10 34-29 40
10 Mitra Kukar 29 12 4 13 44-60 40
11Persib Bandung28 8 13 7 35-27 37
12Sriwijaya FC29 10 7 12 34-40 37
13Persela Lamongan29 11 3 15 42-42 36
14PS TNI29 9 6 14 38-52 33
15Semen Padang FC29 7 8 14 25-42 29
16Perseru Serui30 7 7 16 27-39 28
17Persiba Balikpapan29 6 5 18 30-48 23
18Persegres Gresik Utd30 2 4 24 24-86 10
19 Okt 2017 18.30 WIB

Semen Padang

vs

Mitra Kukar 

Std. H. Agus Salim
Padang