Pelajari Pengelolaan Klub Profesional: Mitra Kukar Sambangi Persib Bandung 23/07/2011 19:35 WITA
Pelajari Pengelolaan Klub Profesional
Mitra Kukar Sambangi Persib Bandung


Ketua Umum Mitra Kukar Endri Erawan mengaku mendapat banyak informasi yang bermanfaat dari studi banding ke Persib Bandung
Photo: Agri
Sebagai pendatang baru di Liga Super Indonesia, Mitra Kukar harus banyak berbenah untuk menjadi sebuah klub yang benar-benar dikelola secara profesional dan tanpa mengandalkan dana APBD.


Sebagai bukti keseriusan tersebut, Mitra Kukar tak sungkan-sungkan untuk belajar dari klub lain yang telah mapan. Salah satunya adalah dari tim Persib Bandung, yang disambangi jajaran manajemen Mitra Kukar pada Jumat (22/07) kemarin.


Kedatangan manajemen Mitra Kukar yang terdiri dari 8 orang ini diterima Direktur Operasional PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Risha Adi Widjaya dan Manajer Pengembangan Bisnis Budhi Bram Rachman.


Terkait studi banding yang dilakukan tersebut, Ketua Umum Mitra Kukar Endri Erawan menjelaskan bahwa maksud kedatangan pihaknya ke Bandung, selain untuk bersilaturahmi juga untuk belajar tentang cara pengelolaan klub secara profesional tanpa menggunakan dana APBD seperti yang dilakukan Persib Bandung dalam 2 tahun terakhir.


"Kita mendapatkan banyak sekali informasi yang sangat dibutuhkan untuk membawa Mitra Kukar menjadi klub yang profesional menuju sepakbola modern, dimana sepakbola dianggap menjadi sebuah industri dengan tanpa adanya dukungan APBD seperti selama ini," ujar Endri.


Dikatakan Endri, sekarang pengurus tidak hanya memikirkan urusan sepakbola di lapangan, namun juga harus memikirkan aspek bisnisnya dengan memaksimalkan semua pemasukan dan meminimalisir pengeluaran.


Kendati demikian, lanjutnya, manajemen tidak serta-merta meninggalkan pemerintah dalam hal ini Pemkab Kukar. Manajemen Mitra Kukar masih memerlukan dukungan pemerintah daerah, namun dengan memutar konsep yang diterapkan selama ini.


Jika dulu klub hanya menyusu dari APBD, lanjut Endri, kini dirubah paradigmanya dengan konsep saling menguntungkan antar kedua belah pihak yang mengedepankan aspek bisnis, dengan pola kemitraan atau sponsorship.


"Pemerintah daerah dapat menggunakan klub untuk mempromosikan program-programnya melalui klub, misalnya seperti sektor pariwisata, pendidikan, kesehatan dan bidang lainya juga bisa," jelas Endri.


Dikatakannya lagi, kerjasama dengan pihak Pemkab Kukar tersebut tetap dipertahankan manajemen dengan maksud bagaimana bisa menumbuh kembangkan kecintaan masyarakat terhadap Mitra Kukar sekaligus menyampaikan program-program Pemkab kepada lapisan masyarakat. (win)




Sumber: http://www.kutaikartanegara.com/news.php?id=3334


 
01Persija Jakarta34 18 8 8 53-36 62
02PSM Makassar34 17 10 7 57-42 61
03Bhayangkara FC34 15 8 11 41-39 53
04Persib Bandung34 14 10 10 49-41 52
05Persebaya Surabaya34 14 8 12 60-48 50
06Arema FC34 14 8 12 53-42 50
07Borneo FC34 14 6 14 50-49 48
08Madura United34 13 9 12 47-50 48
09Barito Putera34 12 11 11 52-55 47
10PSIS Semarang34 13 7 14 39-42 46
11Bali United FC34 12 9 13 44-48 45
12Persipura Jayapura34 12 8 14 49-46 44
13Persela Lamongan34 11 10 13 53-52 43
14Perseru Serui34 11 9 14 34-41 42
15PS TIRA34 12 6 16 48-57 42
16 Mitra Kukar 34 12 3 19 45-58 39
17Sriwijaya FC34 11 6 17 48-56 39
18PSMS Medan34 11 4 19 50-70 37
20 Des 2018 16.00 WITA

Persiba Balikpapan

1-2

Mitra Kukar 

Std. Batakan
Balikpapan